Mengenal Palembang Lebih Dekat dengan Study Tour


Hari kamis, tanggal 13 November 2008 merupakan hari yang menyenangkan bagi siwa-siswi SMA N 5 Palembang, terutama bagi anak-anak kelas XI. Hal ini dikarenakan pada tanggal tersebut, murid-murid kelas XI mendapat giliran untuk melakukan Studi Tour. Dua hari sebelumnya, pelajar-pelajar kelas X telah melakukan Study Tour. Sedangkan dua hari setelah tanggal 13 November 2008 atau pada tanggal 15 November 2008, murid-murid kelas XII akan melaksanakan Studi Tour juga.

Pelaksanan Study Tour dilaksanakan pada pagi hari hingga sore hari, yaitu pada pukul 08.00 sampai pukul 15.00. Pagi harinya, studi Tour dibuka secara langsung oleh Kepala SMA N 5 Palembang, Bapak Drs. Agus Budiyanto, M.M. Akan tetapi, sebelum itu, siswa-siswi SMA N 5 Palembang harus masuk ke kelas masing-masing untuk mengadakan pengajian seperti biasanya. Setelah itu, murid-murid dikumpulkan di lapangan basket SMA N 5 Palembang. Kemudian, murid-murid Sekolah Menengah Atas ini diberi pengarahan dan diberi kesempatan intuk berfoto bersama sesuai dengan kelas masing-masing. Lalu, siswa-siswi berangkat menuju bus-bus yang telah sitentukan berdasarkan kelas mereka.

Sedangkan kelas saya sendiri, yaitu kelas XI IA 2 menempati bus nomor 2. Di dalam bus kami, terdapat dua orang guru pendamping. Di perjalanan menuju tempat bersejarah yang akan kami kunjungi, kami sekelas bernyanyi-nyanyi dengan gitar sebagai alat musiknya untuk mengisi kekosongan waktu. Tak lupa pula, kami mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Kami rencananya akan mengunjungio beberapa tempat wisata sejarah dan budaya yang ada di kota Palembang. Soalnya, Studi Tour kami berjudul “Wisata Sejarah dan Budaya SMA N 5 Palembang.” Hal ini bisa kita lihat dari kertas yang tertempel di sisi depan tiap-tiap bus. Tempat-tempat yang akan kami kunjungi adalah tempat pemakaman Ki Gede Ing Suro, pemakaman Sabokingking, Kawah Tengkurep, Monpera, Taman Purbakala Kerajan Sriwijaya, tempat penjualan kain songket, dan taman pemakan Bukit Siguntang.

Di tempat bersejarah pertama, guru pembimbing menjelaskan apa saja tentang Makam Ki Gede Ing Suro. Di sana, yang kita bisa lihat adalah makam orang-orang yang berperan pada masa lampau, sungai kecil pepohonan, dan tempt duduk untuk bersantai. “Makam di sini dibuat dari tumpukan batu bata yang disusun rapi dengan tidak menggunakan semen…” begitulah kata guru pembimbing.

Kami diberi waktu sebanyak kurang lebih 20-25 menit untuk mencatat atau melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan Studi Tour. Ada murid yang sibuk mencatat dan memperhatikan penjelasan maupun pengarahan dari para guru pembimbing yang merupakan guru mata pelajaran sejarah, diantaranya Pak Rahmat (Guru Sejarah kelas XI IA) dan Bu Emilia.

Saya sendiri sibuk mencari-cari gambar untuk difoto mengunakan hp. Di tempat ini juga, siswa-siwi mendapatkan snack. Setelah menikmati makanan ringan yang telah disediakan oleh panitia, murid-murid dipersilakan untuk memasuki bus masing-masing.

Selanjutnya, kami berangkat menuju taman pemakaman Sabokingking. Tempat ini terletak tidak jauh dari tempat pertama tadi. tak sampai lima menit, kami sudah sampai ke tempat pemakaman Sabokingking. Makam-makam di tempat ini berada di dalam sebuah bangunan. Akan tetapi, ada juga makam yang terletak di luar bangunan itu. Makam di dalam bangunan dan di luar bangunan dipisahkan oleh sebuah sungai kecil. Sehingga ada sebuah jembatan kecil yang menghubungkan dua tempat tersebut.Di luar gedung pemakaman, terdapat semacam gapura kecil. Di sampingnya, ada sebuah dinding yang berisi beberapa informasi mengenai pemakaman Sabokingking. Beberapa siswa ada yang memotret sana sini untuk dijadikan referensi dalam rangka membuat tugas makalah nanti. Sebab, setelah melakukan Studi Tour ini, semua siswa-siswi harus membuat tulisan berupa makalah mengenai perjalanannya tadi.

Di sela-sela mencari informasi dan mengambil beberapa foto, saya sempat mengobrol dengan guru yang ikut Studi Tour ini. Dia adalah Bu Aryani Ningsih. Katanya, dia mengikuti Studi Tour ini untuk mengisi jam pelajarannya yang kosong. Karena pada hari ini dia mengajar komputer kelas XI dan daripada tidak ada pekerjaan, lebih baik dia ikut Studi Tour ini. Di samping itu, saya juga sempat melihat salah seorang guru yang mengambil foto untuk kenang-kenangan. Dia adalah Pak Joko Priono Saputro atau yang lebih maco dipanggil dengan nama Sir Jack. Beliau berfoto dengan anak itik yang lucu.

Beberapa puluh menit kemudian, kami segera beranjak ke tempat ketiga. Tempat itu adalah Kawah Tengkurep. Di tempat ini, ada makam Sultan Mahmud Badaruddin I. TAk lupa, kami mengambil foto kelas di tempat ini. Kami selalu mengambil foto kelas di setiap tempat tempat yang kami kunjungi. Sama seperti tempat sebelumnya, pemandangan utama yang ada adalah makam. Namun, di sini terdapat sebuah warung kecil, sehingga kita bisa singgah sebentar untuk beristirahat.

Lalu, tempat bersejarah yang tak kalah menariknya yang kami kunjungi ialah Monpera atau Monumen Penderitaan Rakyat. Karena lokasinya berada di dekat jalan raya, jadi kita bisa menikmati banyak jajanan jalanan yang murah meriah. Ya, banyak pedagang-pedagang yang melewati daerah ini. Pedagang tersebut akan berhenti bila melihat banyak orang sedang mengunjingi Monpera. Misalnya saja ketika kami ingin meneruskan perjalanan, banyak pedagang dengan sepeda menyambangi kami dengan menawarkan minuman dan makanan kecil, seperti empek-empek dan es kelapa muda.

Di sini, kami diberikan bimbingan terlebih dahulu, baru kemudian kami diperbolehkan masuk ke dalam Monpera. Di bagian atas terdapat tempat yang memungkinkan kita ntuk melihat segala objek yang ada di sekitar Monpera, mulai dari Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II, Pasar 16 ilir, Jembatan Ampera, sungai Musi, rumah rakit, dan masih banyak lagi. Hal ini tentunya tidak saya sia-siakan. Saya sibuk mengambil foto dari tempat dengan sudut yang bagus untuk berfoto ini.

Setidaknya, kita bisa mendapatkan banyak informasi tentang masa lampau dan mengambil foto di tempat ini. Informasi itu dapat berupa uang apa yang kita pergunakan pada zaman orde baru dan orde lama jenis uang macam apakah yang dipergunakan pada masa orde lama dan orde baru.

Tempat kelima yang kami kunjungi adalah Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Kami tiba di sini pada pukul 12.30 siang. Karena waktu telah menunjukkan waktu makan siang, maka kami segera menghadapi santap siang bersama per kelas. Kami disediakan sebungkus nasi bungkus yang berisi rendang beserta sayu di dalamnya. Kelas kami mengumpul dan membentuk lingkaran. Sebelum makan siang, kami membaca doa terlebih dahulu.

Di tempat ini ada sebuah aula dan ada sebuah museum. Sedangkan kami sendiri makan siang di aulanya. Di dalam museum, terdapat toilet. Sehingga, kita kita tidak perlu khawatir untuk buang air. Pemandangan yang disajikan adalah pemandangan seputar sejarah. Kebanyakan dari siswa-siswi memotret diri mereka dengan benda-benda bersejarah itu.

Selanjutnya, kami pergi menuju tempat penjualan kain songket. Di sini, ada berbagai macam jenis songket. Ada kopiah yang terbuat dari bahan dari songket, ada pakaian pengantin, selendang, dan lain sebagainya. Sama seperti sebelum-sebelumnya, siswa-siswi tumpah ruah ke tempat itu untuk berfoto dan ada di antara mereka yang melakukan wawancara dengan orang yang ada di sana. Di samping itu, ada teman saya yang membeli kopiah seharga Rp 15.000 sebagai kenang-kenangan.

Tempat terakhir dan yang juga sangat menarik adalah Bukit Siguntang. Bukit Siguntang adalah sebuah tempat bersejarah yang di dalamnya terdapat banyak makam, diantarnya makam Raja Segentar Alam.

Di makam Raja Segentar Alam, ada seorang juru kunci. Juru kunci itu menunjukkan hal mistis kepada kami. Hal tersebut adalah kita bisa mencoba peruntungan kita melalui sebuah tongkat dari bambu panjang. Pertama kita disuruh merentangkan tangan kita ke kedua sisi tongkat. Kita harus mengingat batas tangan kita pada tongkat yang kita sentuh tadi. Setelah itu, kita harus berdoa kepada Tuhan mengenai apa yang kita inginkan. Lalu, ambil tongkat itu lagi. Lakukan hal pertama tadi, yaitu merentangkan kedua tangan kita ke kedua sisi tongkat tadi. Perhatikan letak tangan kita tadi dengan letak tangan kita setelah membaca doa. Bandingkan apakah tongkat tadi terasa bertambah panjang apa tidak. Kalau bertambah panjang, maka kemungkinan keinginan kita tadi akan terkabul. Tapi, jangan mentang-mentang kita sudah yakin kalau hal tersebut sudah pasti akan terjadi, maka kita tidak melakukan apa-apa. Apabila kita tidak melakukan usaha apapun untuk mewujudkan keinginan kita tadi niscaya keinginan tersebut tidak bakal terkabul.

Bukit Siguntang tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan domestik saja. Wisatawan mancanegara juga datang ke tempat ini. Salah satu contohnya adalah Tom. Laki-laki yang berasal dari Swiss ini mengatakan bahwa tujuannya datang ke Palembang adalah untuk melihat raja terakhir Sriwijaya. Sedangkan, dia sendiri tahu tentang Kerajaan Sriwijaya melalui buku yang pernah dibacanya. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh wistawan mancanegara yang ditemani penerjemah bahasanya kepada saya.

Setelah puas dengan Studi Tour, kami beramai-ramai pulang ke rumah. Ada murid yang langsung pulang ke rumah begitu bus melewati rumahnya dan ada pula yang mampir dulu ke sekolah untuk mengambil otornya, termasuk saya. Kami Pulang sekitar jam 15.00 sore.

Begitulah Studi Tour yang dilaksanakan SMAN 5 Palembang pada tahun ajaran 2008-2009 kali ini. Studi Tour ini tentunya mem bawa kesan dan kenangan tersendiri bagi siswa-siswi yang mengikutinya.

5 Responses to Mengenal Palembang Lebih Dekat dengan Study Tour

  1. wisata bersejarah, kalo dulu kita ke bukit siguntang sama ke kawah terkurep, di bimbing sama ibu muthmainnah.
    wah..bener2 menyenangkan, jadi pengen kembali ke masa2 itu..

  2. nah yang seperti ini yang bagus… wisata sejarah dan budaya…
    nanti di buat artikel mengenai wisata-wisata yang ada di palembang ya… biar teman-teman di luaran bisa tahu…

  3. nah, kan kalo ada pulikasi seperti ini, maka orang luar akan tau akan palembang sebenarnya, jangan cuma patroli aja yg masuk tentang palembang.
    hohohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s