Menghemat Biaya Internet dengan Menginap di Warnet Sekaligus Menjalin Persahabatan yang Akrab

Saya dan teman saya sering ke warnet untuk sekadar refreshing atau mencari informasi yang dibutuhkan untuk keperluan sekolah. Kami biasanya mengunjungi warnet untuk menginap pada malam-malam liburan, seperti malam minggu. Di warnet, saya tidak melihat adanya wanita yang mau menginap di warnet. Hal ini wajar saja karena wanita akan dikira yang macam-macam bila menginap di warnet semalaman.

Untuk menghemat biaya ke warnet apabila melakukan sewa per jam, maka kami berdua sering menginap ke warnet. Terhitung lebih dari lima kali kami menginap di warnet. Biaya menginap di warnet untuk satu malam adalah Rp 15.000 untuk 10 jam di warnet ‘Bonafit.’ Letaknya tak jauh dari rumah kami. Kami hanya menaiki sekali angkot untuk menggapai tempat tersebut. Lokasi tempat kami menginap di warnet adalah di seberang PTC (Palembang Trade Center).

Kami biasanya berangkat dari rumah pada pukul 17.00 karena setelah jam itu, jarang sekali angkot yang lewat untuk mengantarkan kami ke warnet. Sesampainya di warnet Bonafide, kami masih mempunyai banyak waktu luang. Untuk mengisi kekosongan waktu itu, kami berdua berjalan-jalan di mall yang berlokasi di seberang warnet tempat kami akan menginap. Kami berjalan-jalan sambil mengobrol. Dengan hal ini, persahabatan kami semakin akrab karena pada hari biasa kami jarang bisa bertemu sebab kami berdua mempunyai kesibukan maisng-masing, baik sekolah maupun kursus.

Setelah mengobrol dan mencuci mata, barulah kami menuju warnet. Sebelumnya, kami harus bertanya dan memesan duatempat untuk kami bermain semalaman. Lalu, kami melakukan persiapan untuk menginap. persiapan yang kami bawa adalah air minum, makanan atau snack, uang untuk ongkos dan biaya warnet, dan persiapan mental dengan tidur siang terlebih dahulu. Sedangkan untuk menghulangkan rasa kantuk, kami mangobrol atau makan snack dan permen yang sudah dibawa.

Acara kami dimulai dengan membuka situs-situs informasi atau situs terkenal lainnya, seperti: google.com, superbpl.com, friendster.com, dan lain-lain. Kemudian, kami melanjutkannya dengan bermain game bersama.  Gamenya berupa game yang bisa dimainkan berdua, seperti warcraft. Dengan keseruan itu, selain mendapatkan warnet murah persahabatan kami pun semakin akrab.

Tengah malamnya, kami menyantap bekal yang kami bawa dari rumah. Dengan asyiknya, kami menikmati nasi tadi agar tidak basi. Setelah itu, kami meneruskan lagi acara kami dengan bermain game. Kadang, kalau sudah bosan bermain game di game, kami lalu membuka MIRC dan bermain kuis di sana.  Kuis yang diberikan selain mengasah otak, juga melatih kecepatan kita dalam mengetik. Sebab, lawan-lawan yang kami hadapi berasal dari berbagai penjuru Nusantara.

Setelah semalaman kami ngenet, kami pun lelah dan sedikit bersantai sambil menunggu pagi tiba. Karena angkot baru ada pada pukul 06.30 dan jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari.

Setelah sampai di rumah, kebetulan rumah kami berdekatan, kami tidak langsung beristirahat. Kami langsung bermain Playstation. Yang kami mainkan adalah kaset bola kaki. Kami berdua sangat suka bola kaki. Saya senang dengan klub Chelsea FC dan temanku senang dengan klub Manchester United atau MU. Jadi, pertandingan sepak bola dunia maya yang kami peragakan sangat seru dan mengasyikkan.

Setelah menginap di warnet semalaman dan bermain Playstation selama kurang lebih satu sampai dua jam, kami barulah mengisi energi kami lagi dengan tidur pulas di rumah masing-masing.

Begitulah cara mengakrabkan hubungan persahabatan dengan teman, terutama dengan teman lama atau dengan teman karib kita. Dengan mengeluarkan uang sedikit, kita bisa bersenang-senang bersama teman karib kita. Kalau diperkirakan, uang yang dihabiskan untuk ke warnet dan bermain Playstation tadi kurang dari Rp 30.000,-

« Entri lama