Kejadian menggenangnya air saat hujan bukanlah hal yang asing dan langkah bagi siswa-siswi SMAN 5 Palembang, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Genangan-genangan yang sering terjadi di berbagai tempat, mulai dari jalan meuju SMAN 5 dan di dalam SMAN 5 sendiri. Contoh genangan di dalam SMAN 5 Palembang adalah di samping kelas XI IX 2. Pada saat hujan, air jadi menggenang. Di saat itu, para murid dapat melihat binatang-binatang air berenang dengan riang, seperti gondang (keong/siput) dan ikan-ikan kecil (ikan sepat). Ikan-ikan kecil itu datang dari parit besar atau yang dikenal siswa-siswi sebagai dam yang terdapat di dekat tempat genangan air tadi.
Kebetulan, daerah genangan air berdekatan dengan toilet murid laki-laki dan tempat pembuangan sampah. Akibatnya, kalau banjir/ genangan air sudar parah, sampah-sampah tersebut dapt hanyut ke sana ke mari. Selain, itu banjir juga memutuskan jalan menuju wc dan kantin terdekat dengan kelas XI IA 2 dan sekitarnya. Karena hal ini, murid-murid menjadi kesulitan untuk mengakses jalan menuju kantin. Untungnya, terdapat lebih dari satu kantin di SMAN 5 Palembang, sehingga para siswa-siswi tadi hanya tinggal beralih ke kantin lain saja yang tidak kebanjiran atau jalannya banjir. Jadi, mereka tidak repot untuk mencari tempat guna mengisi perut.
Kemudian, kendala yang dihadapi warga SMAN 5 Palembang saat banjir adalah motor atau kendaraan bermotor lain menjadi mogok, keterlambatan jadwal masuk (biasanya, bel tanda masuk SMAN 5 Palembang dibunyikan pada pukul 06.25 pagi, tapi karena hujan jadi diundurĀ beberapa menit), siswa-siswi datang ke sekolah dalam keadaan basah (terutama bagi pengguna kendaraan beroda dua dan pejalan kaki), dan lain-lain. Selain itu, pada waktu banjir, banyak dari siswa-siswi yang memakai sandal sebagai alas kaki, bukan sepatu. Hal ini dikarenakan jalan menuju Sekolahnya kebanjiran. Jadi, mau tidak mau mereka harus melepas sepatu dan memakai sendal.